Dikunjungi oleh JK, PGRI Keluhkan UN
Kamis, 14 Mei 2009 | 15:51 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Ester Lince Napitupulu
JAKARTA, KOMPAS.com — Para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyampaikan keluhan soal Ujian Nasional (UN) yang mengancam harkat - martabat pendidik bangsa ini. Pasalnya, guru berada dalam posisi dilematis, yaitu antara meningkatkan mutu dan tekanan untuk tidak mempermalukan daerah.
Keluhan tersebut disampaikan kepada Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) yang mengadakan kunjungan silaturahim ke Gedung Guru di Tanah Abang, Jakarta, Kamis (14/5) sore ini. Kunjungan JK ke gedung PGRI ini untuk yang ketiga kalinya sejak menjabat Menkokesra dan Wapres.
"Guru jadi obyek eksploitasi di antaranya dalam persoalan UN. Mereka ingin menegakkan mutu dengan cara yang elegan dan mengedepankan prinsip-prinsip dan etika pendidikan. Tetapi di sisi lain, guru banyak terkooptasi kepentingan pemegang kekuasaan, seperti kepala dinas dan kepala daerah yang berambisi agar anak-anak lulus dan tidak mempermalukan daerah," kata Sulistiyo, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI.
Menurut Sulistiyo, gengsi para pemegang otoritas ini menjerumuskan guru pada tindakan-tindakan yang tidak terpuji, yaitu melakukan kecurangan agar nilai UN baik, membuat tim sukses, dan lain-lain. Padahal, sesungguhnya banyak guru yang mengadu dan menangis pilu karena hal tersebut bertentangan dengan hati nurani para guru.

Tidak ada komentar: